Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) atau Indonesian Community for Democracy, adalah sebuah Perkumpulan yang dibentuk dengan tujuan mendorong kehidupan demokrasi melalui pendidikan dan pelatihan. Gagasan awalnya muncul dari diskusi beberapa tokoh di Indonesia dengan wakil-wakil dari Institute for Multiparty Democracy (IMD) di Den Haag, negeri Belanda, yang telah dikenal luas secara internasional karena inisiatif dan kegiatannya mendorong kehidupan multipartai dan proses demokratisasi di sejumlah negara di Afrika dan Amerika Selatan.
Komunitas Indonesia untuk Demokrasi mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis serta menjunjung tinggi multikulturalisme, pro-eksistensi, kesetaraan, peri-kemanusiaan yang adil dan beradab, kedaulatan rakyat, keterbukaan, integritas, akuntabilitas dan meritokrasi
Perancangan Pendidikan Demokrasi yang Terintegrasi
Demokrasi sudah diterapkan. Namun kesejateraan yang diharapkan tak kunjung datang.Di sisi lain, penerapaan demokrasi di banyak negara masih terjadi pada level prosedural. Sehingga kedalaman komitmen pada demokrasi pun mulai dipertanyakan. Refleksi atas kondisi ini menyadarkan banyak pihak tentang betapa pentingnya isu mengenai pendidikan demokrasi. Oleh karena itu, kerja sama level internasional pun dibangun untuk mulai merealisasikan ide besar tentang pendidikan demokrasi. Melalui CCDC (Council for a Community of Democracies), kerangka global, nasional, dan regional untuk pendidikan demokrasi dirancang....
Sebuah Kajian Terbaru Mengenai Relasi Negara, Swasta, dan Warga Negara
Pemerintah Belanda menjawab tuntutan warga negaranya yang menginginkan kualitas kesehatan terjamin melalui Undang-undang Pelayanan Kesehatan yang Terjangkau (Affordable Care Act) di tahun 2006....
Sebuah Panduan Praktis Bagi Penerapan Demokrasi Langsung
Kebutuhan individu di dalam suatu masyarakat tentu beragam. Dan ciri demikian bukan hanya merupakan karakter wilayah perkotaan saja, tetapi juga pedesaan. Berlimpahnya informasi, serta kemudahan di dalam mengaksesnya sering dianggap sebagai salah satu faktor utama yang berkontribusi di dalam peningkatan variasi kebutuhan. Akibatnya, hubungan warga negara dengan negara menjadi semakin kompleks. ...
Proses pemilihan umum (pemilu) membutuhkan warga negara sebagai penggerak roda demokrasi. Oleh karena itu, selalu ada rasa ingin tahu yang besar mengenai perilaku pemilih, khususnya mengenai pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya...
Kualitas demokrasi yang belum mencapai bentuk ideal di banyak negara mengundang banyak pihak untuk bertanya, di mana letak kekurangannya hari ini? Ada salah satu opini yang mengemukakan melihat bahwa kekurangan tersebut ada di dalam aspek pendidikan demokrasi. Pendidikan demokrasi yang ada hari ini tidak mampu menghasilkan transformasi sosial menuju iklim demokrasi yang lebih baik. Oleh karena itu, perlu ada pendekatan baru di dalam pendidikan demokrasi. NIMD berinisiatif menawarkan model pendekatan baru melalui konsep Beyond Orthodox Approaches (BOA). Bagaimana pendidikan BOA berbeda dengan model pendidikan demokrasi selama ini? Berikut adalah tulisan yang dapat mengenalkan secara singkat mengenai model BOA...
Kegiatan dan Berita Seputar KID
Dinner Lecture:Demokrasi & Ukuran-Ukurannya,Sebuah Persoalan, 9 Agustus 2011 Pada tanggal 28 Juni 2011 telah diluncurkan di kantor BAPPENAS buku Menakar Demokrasi di Indonesia: Indeks Demokrasi Indonesia 2009. Buku ini diterbitkan dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) oleh UNDP Indonesia, dan disusun oleh beberapa tim kerja yang terdiri dari Tim Penyusun, Tim Pengolah Data, Kontributor, dan Juri Ahli
Pameran "Praktek-praktek Terbaik Demokrasi di Indonesia" Dalam rangkaian acara peluncuran Indeks Demokrasi Indonesia(IDI) 2009 yang diadakan Bappenas pada tanggal 28 Juni 2011 di kantor Bappenas jl. Taman Suropati no. 2, Jakarta Pusat, KID turut serta diundang dan berpartisipasi pada kegiatan Pameran "Praktek - Praktek Terbaik Demokrasi di Indonesia".
Dinner Lecture - Pemanasan Global dan Dampak Berantainya, 17 Pebruari 2011 (1)
Dinner Lecture yang dilaksanakan pada tanggal 17 Pebruari 2011 mengangkat tema "Perubahan Iklim", dengan pembicara Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta) dan Bp. Rachmat Witoelar (Ketua Harian DNPI-Dewan Nasional Perubahan Iklim). Bertindak sebagai moderator Bapak Kresnayana Yahya(KID)..