Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) atau Indonesian Community for Democracy, adalah sebuah Perkumpulan yang baru dibentuk dengan tujuan mendorong kehidupan demokrasi melalui pendidikan dan pelatihan. Gagasan awalnya muncul dari diskusi beberapa tokoh di Indonesia dengan wakil-wakil dari Institute for Multiparty Democracy (IMD) di Den Haag, negeri Belanda, yang telah dikenal luas secara internasional karena inisiatif dan kegiatannya mendorong kehidupan multipartai dan proses demokratisasi di sejumlah negara di Afrika dan Amerika Selatan.
Komunitas Indonesia untuk Demokrasi mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis serta menjunjung tinggi multikulturalisme, pro-eksistensi, kesetaraan, peri-kemanusiaan yang adil dan beradab, kedaulatan rakyat, keterbukaan, integritas, akuntabilitas dan meritokrasi
Dinner Lecture KID - Demokrasi & Internet, 12 Januari 2010
Dinner Lecture yang dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2010 ini merupakan yang acara Dinner Lecture yang pertama pada tahun 2010.Tema yang diangkat adalah mengenai "Demokrasi dan Internet: apakah Internet akan menjadikan masyarakat makin demokratis?", menghadirkan pembicara Bapak Onno W. Purbo dan sebagai moderator Bapak Kresnayana Yahya(KID).
Partners Meeting KID - Lembang, 21-24 Oktober 2009
Partners Meeting diselenggarakan oleh KID sebagai media komunikasi antara KID dan seluruh mitranya dan dimaksudkan untuk melihat kembali apa yang telah dicapai dan apa yang belum dicapai KID melalui program Sekolah Demokrasi. Dalam pertemuan ini, setiap koordinator Sekolah Demokrasi mempresentasi capaian-capaian, masalah dan tantangan di masa depan. Mereka juga mempresentasikan rencana penyelenggaraan Sekolah Demokrasi di tahun 2010. Melalui diskusi dan sharing pengalaman, masing-masing pihak dapat mengevaluasi, menemukan kelebihan dan kekurangan dalam penyelenggaraan Sekolah Demorkasi.
KID attended the Partnership Days Conference in Nairobi
The Indonesian Community for Democracy (or Komunitas Indonesia untuk Demokrasi, KID) participated in the Partnership Days Conference held in Nairobi Kenya on 10-14 June 2009. The Conference was organized by NIMD in collaboration with CMD Kenya, an NIMD partner organization in Kenya. The Conference theme was Documenting Democratic Impact on (1) Democratic Reform; (2) Partnership; (3) Political Accountability; and (4) Conflict Resolution and Elections. The Conference was participated by 90 people coming from 17 countries in Latin America, Africa and Asia. Indonesia is the only country in Asia.
Seminar Nasional KDPP di Jakarta
Sebagai respons terhadap masalah-masalah yang berkembang dalam pemilu legislatif 2009 lalu, KID berinisiatif melangsungkan seminar dengan tema "Partisipasi Politik dan Akuntabilitas Politik: Sebuah Pelajaran untuk Masa Depan". Seminar pada 5 Mei 2009 ini bertempat di Hotel Nikko Jakarta dengan pembicara: Ramlan Surbakti (Universitas Airlangga), Hasto Kristiyanto (PDI-P) dan Kresnayana Yahya (KID). Jumlah peserta yang hadir dalam seminar adalah sebanyak 61 orang.
Menyimak kompetensi DPRD Banyuasin yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu, terselip ada keraguan di kalangan masyarakat Banyuasin bahwa anggota DPRD Banyuasin periode 2009 – 2014 akan mengalami kesulitan dalam memperjuangkan anggaran responsif gender(ARG). Terutama yang menyangkut kebutuhan perempuan dan anak di Kabupaten Banyuasin. Sebab, DPRD Banyuasin hanya tiga orang politisi perempuan dari 45 anggota DPRD Banyuasin. Dari ketiga anggota DPRD perempuan ini tentu masih sulit diharapkan dapat memperjuangkan hak-hak perempuan, terlebih dari DPRD Banyuasin didominasi politisi laki-laki yang kurang memiliki sensifitas gender. ...
Lebih kurang lima bulan lalu, tetapnya 9 April 2009. Bangsa Indonesia secara serentak menggelar pemilihan legislatif(Pileg). Mulai dari pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang juga diikuti pemilihan dewan perwakilan daerah(DPD).
Baik sebelum atau sesudah proses Pileg berlangsung semua permasalahan silih berganti datangmenyeruak kepermukaan publik. Sementara inti dari semua persoalan itu, iyalah proses yang dilakukan sang calon legislator(caleg) untuk menempatkan dirinya sebagai wakil rakyat....
Pelantikan anggota DPR/DPRD yang menghabiskan uang milyaran Rupiah telah usai.Keberhasilan mereka menduduki kursi empuk parlemen, tidak luput dari peran serta masyarakat yang telah memberikan suara di pesta demokrasi pada 4 April 2009 lalu.
Diharapkan , setelah mereka terpilih dan dilantik, saatnya memenuhi janji kampanye. Ironisnya kita selalu dihadapkan pada kenyataan bahwa wakil rakyat yang diharapkan bisa memperjuangkan nasib rakyat di parlemen justru sering ingkar.
...