Sebagai respons terhadap masalah-masalah yang berkembang dalam pemilu legislatif 2009 lalu, KID berinisiatif melangsungkan seminar dengan tema "Partisipasi Politik dan Akuntabilitas Politik: Sebuah Pelajaran untuk Masa Depan. Seminar pada 5 Mei 2009 ini bertempat di Hotel Nikko Jakarta dengan pembicara: Ramlan Surbakti (Universitas Airlangga), Hasto Kristiyanto (PDI-P) dan Kresnayana Yahya (KID). Jumlah peserta yang hadir dalam seminar adalah sebanyak 61 orang.
Pada Bulan Februari 2009, Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) bekerjasama dengan Komunitas Dialog Partai Politik (KDPP) menyelenggarakan seminar bertajuk "Pemilu 2009: Konsolidasi Politik Menghadapi Krisis Ekonomi Dunia". Seminar ini merupakan program pembuka dari program-program lainnya yang berada di bawah payung program Political Party Consultation(PPC).
Pada tanggal 16-18 Februari 2009, KID melakukan Consultative Meeting dengan NIMD yang bertempat di Hotel Tugu, Malang. Pertemuan ini membahas rencana-rencana strategis KID untuk tahun 2009. Pada pertemuan tersebut juga diadakan kunjungan ke sekretariat Sekolah Demokrasi Malang.
Seminar terakhir KDPP di tahun 2008 ini berlangsung pada tanggal 11 Desember 2008 di Hotel Majapahit Surabaya dengan mengambil tema: Partai Politik, Demokrasi dan Dominasi Modal. Pembicara dalam seminar ini adalah Budiman Sudjatmiko (PDI-P), Mohtar Mas'oed (UGM) dan Ahmad Eryani (Universitas Brawijaya). Persoalan yang ingin dibahas dalam seminar ini adalah masuknya pengaruh kekuatan modal yang dibawa oleh pengusaha ke dalam partai politik.
Seminar KDPP kali ini berlangsung di Hotel Santika Makassar pada tanggal 30 Oktober 2008. Tema dari seminar ini ialah: "Pemilihan Umum 2009: Menurunnya Kepercayaan Publik terhadap Partai Politik dan Menguatnya Golongan Putih". Seminar ini berusaha mendiskusikan apakah terdapat kelemahan dalam tubuh partai politik yang menyebabkan masyarakat menjadi enggan memberikan suaranya. Seminar publik ini menghadirkan tiga orang pembicara yaitu: pertama, Yasonna Laoly dari PDI-P, kedua, Lukman Hakiem Saefuddin dariPPP dan Jayadi Nas, akademisi dari Universitas Hassanudin.
Kunjungan tujuh politisi Belanda dilakukan pada tanggal 25 - 31 Agustus 2008. Kunjungan ini dimaksudkan untuk membalas kunjungan serupa yang dilakukan tujuh partai politik di Indonesia pada tahun 2007 lalu.Persiapan dan pelaksanaan kunjungan ini merupakan kerjasama antara NIMD, KID dan Averroes. Agenda kegiatan ketujuh politisi Belanda adalah melakukan kunjungan ke tujuh partai politik anggota Komunitas Dialog Partai Politik (KDPP) yang diikuti dengan meninjau Sekolah Demokrasi di Malang yang diorganisir Implementing Agency di sana, Averroes. Diharapkan dalam kunjungan tersebut, hubungan antar partai politik Indonesia dan Belanda akan semakin menguat dan bisa ditindaklanjuti dengan bentuk kerjasam lainnya di masa mendatang.
Diskusi Komunitas Dialog Partai Politik (KDPP) pada tanggal 26 Juni 2008 di Yogyakarta ini mengambil tema "Hilangnya Voluntarisme dalam Perpolitikan Indonesia". Pembicara berasal dari dua partai politik besar yaitu: GanjarPranowo (PDI-P) dan Anas Urbaningrum (Demokrat). Satu pembicara lagiberasal dari kalangan akademis, Mohtar Mas'oed, UGM.
Seminar kali ini bertempat di Hotel Kristal Kupang dan berlangsung pada 24 Juni 2008 dengan mengambil tema mengenai Partai Politik dan Kesejahteraan. Pembicara yang hadir pada seminar ini ialah Binny Buchori dari Golkar, Zulkieflimanysah dari PKS dan Servatius Rodrigues dari Universitas Widya Mandala. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam perdebatan kali ini ialah apakah demorkasi harus selalu menghadirkan kesejahteraan bagi warganya? Apakah tanpa menghasilkan kesejahteraan demokrasi bisa bertahan?
Seminar publik kali ini diselenggarakan di Palembang pada tanggal 24 Juni 2008. tema yang dibahas dalam seminar adalah "Membangun Mesin Partai Politik". Tema ini dilatarbelakangi hubungan antara partai dengan konstituennya yang lebih bersifat patron-klien dibandingkan elite-konstituennya. Narasumber yang dihadirkan ialah Bapak A, Mardhani dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bapak Abdillah Thoha (Partai Amanat Nasional (PAN) dan akademisi dari Universitas Sriwijaya, Bapak Joko Siswanto.
Dinner Lecture - IT & Education
Dinner Lecture yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juni ini merupakan yang ketiga pada 2008. Tema yang diangkat adalah mengenai "IT & Education, Pendidikan Masa Depan Berbasis Teknologi ", menghadirkan pembicara Bapak Eko Indrajit (Swiss-German University) dan Bapak Kresnayana Yahya (KID) dengan moderator Ibu Anita Lie (KID).
Dinner Lecture - Kebebasan Beragama
Pada Dinner Lecture ini, topik yang diangkat adalah persoalan kebebasan beragama dalam masyarakat multikultural Indonesia. Acara tersebut menghadirkan pembicara Bapak Yudi Latif dari Reform Institute dan Bapak Martin Sinaga, Pengajar Sekolah Tinggi Teologi.
Tema Dinner Lecture kali ini ialah mengenai global warming. Acara yang diadakan di kantor KID pada tanggal 24 April 2008 menghadirkan pembicara dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Bapak Ir. Gatot, Ms. Phd. Ia berbicara tentang bagaimana efek kerusakan lingkungan telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan, khususnya untuk negara seperti Indonesia.
Acara launching buku Komunitas Dialog Partai Politik (KDPP) berlangsung pada tanggal 22 April 2008 bertempat di Hotel Nikko dengan MC Mayong Suryolaksono. Acara launching kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai buku tersebut.
Penandatanganan Kontrak KID - Dutch Embassy untuk Program Political Party Consultation
Penandatanganan kontrak KID dengan Dutch Embassy untuk program Political Party Consultation periode tahun 2008 bertempat di ruang kerja Duta Besar Belanda untuk Indonesia- Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta hari Jumat, tanggal 22 Feb 2008. Duta Besar Belanda- Dr. Nikolaos van Dam mewakili Minister for Development Cooperation Negara Belanda dan Dr. Ignas Kleden dari KID menandatangani sebuah agreement yang akan mendanai Program PPC untuk tahun 2008.
Dinner Lecture ini dilaksanakan di Surabaya pada tanggal 21 November 2007 yang disesuaikan dengan adanya Lokakarya Komite Komunitas di lokasi yang sama. Dua tema yang dimunculkan adalah (1) "Rerformasi Pengadilan dalam mewujudkan Kekuasaan Kehakiman Merdeka dan Bersih: Kendala dan Prospeknya." (2) "Tinjauan Kritis Atas Upaya Reformasi Pengadilan selama 9 tahun Reformasi" dengan nara sumber terpilih adalah Busyro Muqqodas SH., MH. Ketua Komisi Yudisial, dan Moh. Mahfud MD dengan moderator Abdul Hakim Garuda Nasution, Anggota Panitia Pengarah Nasional KID.
Sekolah Demokrasi (SD) memasuki akhir tahun ke- 2, dari 3 SD yaitu SD Lembata, Malang dan Jeneponto menghasilkan angkatan I dengan jumlah total alumni tidak kurang dari 70 orang. Dari masing-masing alumni SD memprakarsai terbentuknya Komite Komunitas (KK) yang merupakan forum di tingkat masyarakat lokal dengan maksud untuk memajukan: ekonomi, sosial, politik, teknologi, budaya berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, HAM, pembangunan berkelanjutan, gender dan multikulturalisme.Maka pada tanggal 21-22 November 2007 di Surabaya dilaksanakan Lokakarya Komite Komunitas
Pada tanggal 23 Oktober 2007, KID mengadakan acara Dinner Lecture V dengan tema “Media dan Demokrasi”, menghadirkan nara sumber Jacob Oetama—pemimpin umum kelompok Kompas, Gramedia dan Ishadi SK direktur utama Trans TV, sedangkan pembahas adalah Garin Nugroho direktur Yayasan Sains Estetika dan Teknologi sedangkan Ratih Harjono sekretaris jendral steering committee Komunitas Indonesia untuk Demokrasi sebagai moderator.
Putusan Mahkamah Konstitusi pada tanggal 23 Juli 2007 yang membolehkan calon independen maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) tanpa dukungan partai politik, telah menimbulkan beragam tanggapan masyarakat. Untuk memahami dasar pemikiran serta implikasi putusan Mahkamah Konstitusi tersebut dalam bidang hukum dan politik Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) menyelenggarakan Diskusi Publik dengan topik "Calon Independen dan Demokrasi Perwakilan: Implikasi Hukum dan Politik Putusan Mahkamah Konstitusi" pada tanggal 13 Agusutus 2007 di Jakarta.
Pada tanggal 18 Juni 2007, KID mengadakan acara Dinner Lecture IV yang mana membahas tentang Air.Air dewasa ini menjadi isu yang mengemuka ketika ketersediaanya menjadi problematik sejalan dengan munculnya bencana alam banjir di saat musim hujan dan kekeringan disaat musim kemarau. Di lain sisi, muncul ketegangan antar pihak dengan memunculkan argumentasi masing-masing mengenai hak untuk mendapatkan dan atau mengelola sumberdaya air yang ini mulai dirasa terbatas baik itu untuk kepentingan luas maupun pribadi (baca: bisnis).
Kunjungan Delegasi Netherland Institute for Multiparty Democracy (NIMD) ke Indonesia pada tanggal 15-20 Juni 2007 kemarin dipimpin langsung oleh Presiden Bapak Ben Bot—mantan Mentri Luar Negeri Belanda kelahiran Batavia, dimasa jabatannya berhasil melakukan trobosan hubungan diplomatik antara Indonesia-Belanda dengan mengakui kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945—beserta rombongan; Roel von Meijenfeldt, direktur eksekutif; Will Derks, Staff untuk Kebijakan Asia; Harm Evert Waalkens, wakil dari Partai Buruh Belanda
Pada tanggal 14 Juni 2007 bertempat di kantor Komunitas Indonesia untuk Demokrasi dilangsungkan konferensi pers Kesepakatan Tujuh Partai Politik: Partai Golkar, PDI-P, PPP, PD, PAN, PKB, dan PKS dalam mengakomodasi kebutuhan untuk mendorong kerja sama yang lebih efektif di antara partai-partai politik di Indonesia.
Kunjungan Delegasi NIMD Ke Sekolah Demokrasi Banyuasin
Presiden Netherland Institute for Multiparty Democracy (NIMD) Bapak Ben Bot -- mantan Mentri Luar Negri Belanda kelahiran Batavia yang dimasa jabatannya berhasil melakukan trobosan hubungan diplomatik antara Indonesia-Belanda dengan mengakui kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945 -- beserta rombongan; Roel von Meijenfeldt, direktur eksekutif; Will Derks, Staff untuk Kebijakan Asia; Harm Evert Waalkens, wakil dari Partai Buruh Belanda dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia N. van Dam berkenan mengunjungi pelaksanaan Sekolah Demokrasi di Kabupaten Banyuasin-Sumatra Selatan dan ke kantor Yayasan Puspa Indonesia pada Sabtu 16 Juni 2007 lalu. Kunjungan ini didampingi oleh Ignas Kleden, ketua Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) dan Ratih Hardjono, Sekretaris Jendral KID. Kunjungan ini bertepatan dengan adanya kelas dengan materi Kebijakan Publik dengan nara sumber Kresnayana Yahya dan dialog publik dengan tema .Calon Independen dan Pilkada Banyuasin..
Artikel Selengkapnya dalam format PDF bisa di akses di sini
Partai-partai politik seringkali merupakan mata-rantai yang hilang dalam bantuan yang diberikan untuk
demokrasi. Namun demikian, partai-partai politik merupakan lembaga yang esensial di dalam suatu masyarakat
politik. Sementara itu, partai-partai politik sering ditanggapi sebagai tidak efektif dan tidak dapat dipercaya.
Oleh karena itu untuk membuat demokrasi itu efektif maka dukungan terhadap partai-partai politik ini merupakan
suatu kepentingan yang strategis. Berdasarkan pada pemikiran tersebut Netherlands Institute for Multiparty Democracy (NIMD) mengundang Politisi Indonesia ke Belanda dengan maksud membangun hubungan dengan partai-partai politik Indonesia.
Strategic Planning Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari di Hotel Mercure Sanur, Bali pada tanggal 27 hingga 31 Januari 2007 dan diikuti oleh seluruh
anggota Komite Pengarah Nasional yang berjumlah 8 orang dan seluruh staff Sekretariat KID yang berjumlah 5 orang. Kegiatan ini
dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari review program KID selama setahun sebelumnya. Tujuan dari Strategic Planning adalah untuk mendapatkan
sebuah grand design program KID selama 3 tahun mendatang.
Pada hari Selasa 21 Nopember 2006, KID kembali mengadakan program Dinner Lecture yang merupakan bagian
dari program kerja KID. Kegiatan bertempat di Kantor KID Jl. Tirtayasa VII no 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
dengan Pembicara Cornelis Lay, TIM Demos, dengan Pembahas Syamsuddin Haris.
Pada tanggal 12 Oktober 2006, KID melakukan pertemuan dengan
Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda, Agnes van Ardenne-Van der Hoeven di kediaman Duta Besar Belanda untuk Indonesia, HE Nicolaos van Dam. Pertemuan ini dihadiri juga oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia, 1st Secretary-Political Affairs Kedutaan Belanda- Mr. Paul Ymkers, 2nd Secretary Political Affairs Kedutaan Belanda- Mr. Said Fazili, Mr. Will Derks dari IMD Belanda, seluruh anggota National Steering Committee KID dan beberapa staff dari Departemen Luar Negeri Belanda.
Pada hari Selasa 26 September 2006 KID mengadakan program Dinner Lecture yang merupakan bagian dari program kerja KID. Kegiatan bertempat di Kantor KID Jl. Tirtayasa VII no 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Pada hari Rabu 23 Agustus 2006 telah dilakukan kegiatan KID Lunch Lecture yang pertama, bertempat di Kantor KID Jl. Tirtayasa VII no 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Pada tanggal 21 Juni 2006 telah dilakukan peluncuran Buku Pegangan Pengembangan Institusional - Suatu Kerangka
Kerja Pengembangan Partai Politik yang Demokratis diterbitkan oleh Netherlands Institute For Multiparty DemocracyLaunching bertempat di Hotel Four Seasons Jakarta pada
tanggal 27 Oktober 2004. Selain dihadiri oleh seluruh pendiri dan ratusan tokoh-tokoh penggiat demokrasi dari berbagai partai politik dan organasisai kemasyarakatan, acara ini juga dihadiri perwakilan NIMD (Netherlands Institute for Multiparty Democracy) bertempat di Hotel Nikko Jakarta.
Terdapat tujuh seri RTD yang membahas isu-isu demokrasi antara lain Demokrasi dan Pelayanan Publik. Serial diskusi ini mengundang
tokoh-tokoh dari pemerintah, swasta dan masyarakat untuk menyumbangkan pemikiran dan berpartisipasi aktif. RTD juga berhasil menghadirkan pembicara-pembicara yang kompeten di
bidangnya. Hasil dari RTD ini menjadi salah satu pijakan bagi KID dalam merumuskan program-programnya.
Launching bertempat di Hotel Four Seasons Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2004. Selain dihadiri oleh seluruh pendiri dan ratusan tokoh-tokoh penggiat demokrasi dari berbagai partai politik dan organasisai kemasyarakatan, acara ini juga dihadiri perwakilan NIMD (Netherlands Institute for Multi Party Democracy).