Sun, May 21, 06 | 12:10 pm IMD - Buku Pegangan Pengembangan Institusional
IMD - Buku Pegangan Pengembangan Institusional, merupakan suatu kerangka kerja pengembangan partai politik yang demokratis. Buku ini diterbitkan dan diedarkan oleh The Netherlands Institute for Multiparty Democracy di Den Haag, 2006. Versi bahasa Indonesia akan diluncurkan di Jakarta pada bulan Juni 2006.
Semua demokrasi memerlukan partai politik yang kuat dan mapan guna menyalurkan berbagai tuntutan warganya, memerintah demi kemaslahatan umum, serta memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Meskipun begitu, sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa saat ini partai-partai politik tidak menjalankan fungsi mereka dengan baik, dan ketidakpuasan masyarakat atas kinerja partai-partai politik meningkat. Buku Pegangan ini ingin memberikan sumbangsih demi penguatan dan pengembangan semua partai politik di negara-negara yang menghendaki perbaikan kualitas demokrasi. Untuk meraih kembali kepercayaan rakyat, suatu partai politik harus sanggup secara serius dan sistematis menangani isu-isu yang disoroti di sini.
Buku Pegangan ini merupakan ringkasan hasil tukar pikiran pertama di antara IMD dan mitra-mitra dari Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa Tengah dalam lokakarya yang diselenggarakan pada 2003. Lokakarya internasional tersebut diselenggarakan untuk menyelidiki kriteria publik dan para pekerja utama guna memperbaiki kinerja partai politik, dan dari situ dihasilkan pedoman sementara yang dapat diterapkan ke dalam praktik sehari-hari. Pemilihan isu dan indikator sudah barang tentu dilandasi oleh keinginan untuk menyusun Buku Pegangan yang secara umum dapat diterapkan, tetapi idenya adalah untuk menyajikan kepada publik dan para pekerja partai tentang tahap awal prinsip-prinsip dasar pengelolaan suatu partai dalam sistem politik demokratis. Refleksi dan pengalaman lebih lanjut di tahun-tahun mendatang dapat menambah tahap-tahap berikutnya. Dengan kata lain, Buku Pegangan ini akan mengalami penyempurnaan terus-menerus, bukanlah suatu paket siap pakai atau buku resep. Semua indikator dan instrumen yang ada dalam Buku Pegangan ini harus dipahami sesuai dengan pengalaman dan keadaan setiap partai politik. Sesuai dengan sejarah dan kekhasan kawasan masing-masing, partai politik bisa menambahkan isi yang khas dalam buku ini.
Tata-kelola demokratis (democratic governance) dapat diperkaya, dibuat lebih bertanggungjawab dan absah dengan cara mendekatkan substansi politik dan perilaku partai politik seperti disarankan dalam Buku Pegangan ini. Adalah jelas bahwa untuk menjamin tata-kelola demokratis bukan merupakan masalah teknis dengan sekadar menjawab ya atau tidak pada masing-masing kotak kriteria. Tata-kelola dan praktik politik yang baik dalam partai tergantung pada kesadaran bahwa pembangunan politik dan reformasi bertumpu pada tindakan dan refleksi yang terpadu dan tepat waktu, serta bukan sekadar mengatasi permasalahan.
Perlu diingat dengan baik bahwa mempraktikkan demokrasi juga meliputi pelaksanaan pemilihan umum dan masa di antara dua pemilihan umum. Kendati bukan sebuah cetak-biru (blueprint) bagi pengembangan kelembagaan, Buku Pegangan ini menyarankan hal-hal yang harus dicari dan dilakukan agar partai dapat bermakna dan bertahan lebih lama, sepanjang dan melebihi proses pembangunan bangsa (nation building ). Sesuai dengan kekhasan konteks sejarah yang membatasi suatu partai tertentu beroperasi, rekomendasi-rekomendasi dalam Buku Pegangan ini diterapkan secara seimbang dan selektif, dengan memperhatikan prioritas dan kendala yang dihadapi.
Secara menyeluruh, Buku Pegangan ini mencerminkan kecenderungan yang terjadi dalam perkembangan demokrasi di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa Tengah. Kami sepakat bahwa politik itu berperan penting, dan bahwa partai politikmerupakan bagian masalah ketidakpuasan terhadap berfungsinya demokrasi, tetapi kami juga percaya bahwa partai politik merupakan bagian dari solusi untuk membuat sistem politik yang lebih cepat tanggap terhadap kebutuhan rakyat.