Berikut ini adalah beberapa cerita keberhasilan dari peserta Sekolah Demokrasi KID. Cerita keberhasilan yang ditampilkan di laman telah disunting tanpa merubah substansi tulisan.

 

 

Ns. Fauzan Saputra - Becoming a Critic

Print PDF

“An opportunity never comes twice”, one of the aphorism that always influences me to face my challenging life, especially when I have to make a critical decision. Some people said that I am an opportunist; because I always take every interesting chance that appears in my life. Furthermore, when I got the opportunity to join Democracy School of North Aceh (SDAU) in 2011, I pushed my luck; because democracy was a something new for me. It is strongly believed that education will alter your attitude. After finishing one-year’s course, I have found my self changed. I can see my totally transformation from Spongebob Squarepants, the fool one, to Dora the Explorer, the smart one. Suddenly, I become a critic. I get used to discuss about political problems that occur in Aceh, Indonesia, or overseas countries. However, being a critic has positive effects more than its negative effects.

Abdul Khodir - “Berdakwah Demokrasi”

Print PDF

Pria 40 tahun ini adalah seorang ustadz lulusan PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an) Ciputat Tangerang Selatan yang salah satu syarat kelulusannya adalah harus hafal Al-Qur’an. Di dalam kelas, Abdul Khodir termasuk yang aktif berdiskusi. Pekerjaan utamanya adalah menjadi pemandu muslim yang ingin belajar menghafal Al-Qur.an selain juga menjadi guru dan berkarya di bidang penerbitan. Organisasi tempat di berkarya adalah Yayasan Pendidikan Ilmu Al-Qur’an Al awatul Jannah.

Supangat Rohani - Calon Doktor yang peduli pada reformasi pendidikan di Tangerang Selatan

Print PDF

Sebelum mengikuti Sekolah Demokrasi, Supangat sudah malang melintang menjadi aktifis mahasiswa serta banyak mengenyam pendidikan singkat baik didalam negeri maupun di luar negeri. Rasa ingin tahunya terhadap ilmu pengetahun, membuat Supangat ingin menjadi Peserta Sekolah Demokrasi Tangerang Selatan meskipun secara pendidikan dia sedang menempuh S3 di Universitas Pendidikan Indonesia.

Munifah - Meskipun tidak muda lagi, tetap jadi politisi perempuan

Print PDF

Tahun 2012 menjadi tahun yang sangat menyibukan bagi Munifah, selain kegiatan mengajar harus tetap berjalan seperti biasa, keterlibatannya di salah satu organisasi wanita di kota Tangerang menuntut dia terlibat aktif menjalankan roda-roda organisasi, sebuah konsekuensi yang harus diterima saat menyetujui untuk dipercaya menjadi pengurus. Waktu harus diluangkan kembali oleh ibu ini minimal nya setiap hari Sabtu dari pagi sampai sore karena harus mengikuti kegiatan kelas yang diselenggarakan Sekolah Demokrasi secara rutin, seringkali waktu tambahan harus disisihkan dihari lain mengikuti kegiatan-kegiatan Out Class Sekolah Demokrasi yang wajib diikuti semua peserta. Dengan banyak kesibukan tersebut, tidak membuat tugas-tugas rumah tangga ibu ini jadi terbengkalai. Keaktifannya diberbagai tempat sekaligus mampu dikelola dengan baik dan semuanya dapat dijalani dengan lancar. Disinilah salah satu kemampuan Munifah yang paling menonjol, selain tentunya semangat belajar dan berkarya yang terus terjaga walaupun usia nya sudah tidak muda lagi.

Adi Kusnadi - Dulu Nelayan sekarang penggiat anti korupsi & aktifis lingkungan hidup

Print PDF

Menjadi seorang Guru pada sebuah sekolah yang dikelola dibawah bendera suatu Yayasan yang masih memiliki kaitan dengan Departemen Agama Kanwil Banten, menjadi profesi yang digeluti Adi Kusnadi selama ini. Walaupun dibesarkan di daerah pesisir pantai dan sampai hari ini masih hidup dan menetap disana, membuat Adi Kusnadi memilih profesi sebagai nelayan, layaknya profesi sebagian besar masyarakat disana. Pada waktu-waktu senggang dan longgar dari aktifitas mengajar, Adi juga sering turun melaut menangkap ikan bersama nelayan lainnya. Selama ini interaksi sosial Adi Kusnadi dengan masyarakat sekitar berjalan baik dan harmonis, bahkan tidak jarang dirinya terlibat aktif dalam setiap kegiatan warga, terkadang Adi lah yang menjadi inisiator dari kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan tersebut.

Related Links

Contact us

Komunitas Indonesia untuk Demokrasi
Jl. Tebet Barat Dalam X No. 23
Tebet, Jakarta Selatan
Tlp. 021 8314468 / 021 837 89 381

Email info@komunitasdemokrasi.or.id