<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss version="0.92"> 
         <channel> 
<title>Komunitas Indonesia untuk Demokrasi</title>
<link>http://komunitasdemokrasi.or.id</link>
<description>Komunitas Indonesia untuk Demokrasi</description>
<lastBuildDate>Sun, 04 Feb 2007 03:48:57 +0700</lastBuildDate>
<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
<language>id</language>
<item>
<title>Rencana Strategis Implementasi Pendidikan Demokrasi Dalam Skala Global  </title>
<description>Perancangan Pendidikan Demokrasi yang Terintegrasi

Demokrasi sudah diterapkan. Namun kesejateraan yang diharapkan tak kunjung datang.Di sisi lain, penerapaan demokrasi di banyak negara masih terjadi pada level prosedural. Sehingga kedalaman komitmen pada demokrasi pun mulai dipertanyakan. Refleksi atas kondisi ini menyadarkan banyak pihak tentang betapa pentingnya isu mengenai pendidikan demokrasi. Oleh karena itu, kerja sama level internasional pun dibangun untuk mulai merealisasikan ide besar tentang pendidikan demokrasi. Melalui CCDC (Council for a Community of Democracies), kerangka global, nasional, dan regional untuk pendidikan demokrasi dirancang.</description>
<link>http://www.komunitasdemokrasi.or.id/comments.php?id=286_0_9_0_C</link>
</item>

<item>
<title>Sistem Pelayanan Kesehatan di Belanda Model Terbaik di Dunia?</title>
<description>[b]Sebuah Kajian Terbaru Mengenai Relasi Negara, Swasta, dan Warga Negara[/b]

Pemerintah Belanda menjawab tuntutan warga negaranya yang menginginkan kualitas kesehatan terjamin melalui Undang-undang Pelayanan Kesehatan yang Terjangkau (Affordable Care Act) di tahun 2006.</description>
<link>http://www.komunitasdemokrasi.or.id/comments.php?id=285_0_11_0_C</link>
</item>

<item>
<title>Demokrasi Langsung Sebagai Jawaban Atas Kebutuhan Warga?</title>
<description>[b]Sebuah Panduan Praktis Bagi Penerapan Demokrasi Langsung[/b]

Kebutuhan individu di dalam suatu masyarakat tentu beragam. Dan ciri demikian bukan hanya merupakan karakter wilayah perkotaan saja, tetapi juga pedesaan. Berlimpahnya informasi, serta kemudahan di dalam mengaksesnya sering dianggap sebagai salah satu faktor utama yang berkontribusi di dalam peningkatan variasi kebutuhan. Akibatnya, hubungan warga negara dengan negara menjadi semakin kompleks. </description>
<link>http://www.komunitasdemokrasi.or.id/comments.php?id=284_0_9_0_C</link>
</item>

<item>
<title>Melibatkan Konstituen Dalam Promosi Demokrasi   </title>
<description>Proses pemilihan umum (pemilu) membutuhkan warga negara sebagai penggerak roda demokrasi. Oleh karena itu, selalu ada rasa ingin tahu yang besar mengenai perilaku pemilih, khususnya mengenai pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya</description>
<link>http://www.komunitasdemokrasi.or.id/comments.php?id=283_0_9_0_C</link>
</item>

<item>
<title>Melampaui Pendekatan Ortodoks Dalam Pendidikan Demokrasi</title>
<description>Kualitas demokrasi yang belum mencapai bentuk ideal di banyak negara mengundang banyak pihak untuk bertanya, di mana letak kekurangannya hari ini? Ada salah satu opini yang mengemukakan  melihat bahwa kekurangan tersebut ada di dalam aspek pendidikan demokrasi. Pendidikan demokrasi yang ada hari ini tidak mampu menghasilkan transformasi sosial menuju iklim demokrasi yang lebih baik. Oleh karena itu, perlu ada pendekatan baru di dalam pendidikan demokrasi. NIMD berinisiatif menawarkan model pendekatan baru melalui konsep Beyond Orthodox Approaches (BOA). Bagaimana pendidikan BOA berbeda dengan model pendidikan demokrasi selama ini? Berikut adalah tulisan yang dapat mengenalkan secara singkat mengenai model BOA</description>
<link>http://www.komunitasdemokrasi.or.id/comments.php?id=282_0_9_0_C</link>
</item>

<item>
<title>Perempuan Sebagai Agen Perubahan</title>
<description>Partisipasi perempuan di dalam sistem politik adalah salah satu prioritas utama,. Tulisan ini menjelaskan alasan di balik prioritas yang demikian, di samping manfaat yang dapat diperoleh dari iklim politik yang representatif terhadap komposisi gender. Di sini, NDI memperkenalkan jenis-jenis kegiatan yang dapat ditempuh di dalam penguatan kapasitas dan kepercayaan diri perempuan sehingga para perempuan berani berpartisipasi dan mampu memainkan seni politik</description>
<link>http://www.komunitasdemokrasi.or.id/comments.php?id=281_0_10_0_C</link>
</item>

<item>
<title>Demokrasi Membutuhkan Lebih Dari Sekadar Suara</title>
<description>Artikel ini membahas bagaimana demokrasi dapat dapat menjadi alat yang efektif di dalam meningkatkan kinerja pemerintah. Salah satunya dengan menggunakan prinsip demokrasi yang mengusung nilai partisipasi publik. Oleh karena itu, tulisan ini menyajikan secara runut dampat positif apa saja yang dapat dipetik oleh pemerintah ketika publik diberikan akses untuk berpartisipasi. Selain itu, disajikan juga langkah-langkah awal yang dapat diambil oleh publik guna meningkatkan peranannya di dalam mengawal kinerja pemerintah</description>
<link>http://www.komunitasdemokrasi.or.id/comments.php?id=280_0_11_0_C</link>
</item>

<item>
<title>Enhancing active citizenship in Vanuatu </title>
<description>Artikel ini memuat informasi mengenai kegiatan-kegiatan alternatif di dalam proses pengenalan demokrasi. Alternatif-alternatif yang ditawarkan, baik dari segi isi maupun  pendekatan, dirancang agar mudah diserap oleh kelompok masyarakat yang berada pada tahap awal pembelajaran tentang demokrasi. Kegiatan ini diterapkan di negara kepulauan bernama Vanuatu, Samudra Pasifik. Sasaran kegiatan ini adalah terbangunnya kesadaran dan semangat di masyarakat untuk turut  mengontrol kinerja pemerintah, khususnya di dalam ruang kewajiban-kewajiban negara terhadap rakyatnya</description>
<link>http://www.komunitasdemokrasi.or.id/comments.php?id=279_0_9_0_C</link>
</item>

<item>
<title>Relasi Karakteristik Partai Politik dan Agenda Partai</title>
<description>Setiap partai memiliki warna masing-masing. Hal ini dapat dilihat mulai dari ideologi yang diusung, agenda utama partai, mekanisme pemilihan kandidat pemimpin. Aspek-aspek ini merupakan potongan kecil dari keseluruhan modal partai yang selanjutnya akan menjadi sumber daya yang menggerakkan sekaligus mengkerangkai setiap langkah.

IDEA (Institute For Democracy and Electoral Assistance) mencoba meneliti persamaan dan perbedaan sumber daya yang dimiliki oleh partai-partai. Dengan mengelompokkan berbagai partai ke dalam 3 kategori yang berbeda berdasarkan agendanya, yakni: partai yang menitik beratkan fokus pada agenda pro-poor, pro-women, dan conflict sensitive.
 </description>
<link>http://www.komunitasdemokrasi.or.id/comments.php?id=278_0_8_0_C</link>
</item>

<item>
<title>Pendidikan dan Kemiskinan</title>
<description>Jared Bernstein dalam [i]All Together Now: Common Sense for a Fair Economy[/i] (2006) mengatakan bahwa menolong orang miskin untuk memperoleh pendidikan yang baik dan layak merupakan jawaban maksimal untuk menurunkan tingkat kemiskinan suatu negara. </description>
<link>http://www.komunitasdemokrasi.or.id/comments.php?id=277_0_9_0_C</link>
</item>
</channel>
</rss> 


