Sekolah Demokrasi (SD) memasuki akhir tahun ke- 2, dari 3 SD yaitu SD Lembata, Malang dan Jeneponto menghasilkan angkatan I dengan jumlah total alumni tidak kurang dari 70 orang. Dari masing-masing alumni SD memprakarsai terbentuknya Komite Komunitas (KK) yang merupakan forum di tingkat masyarakat lokal dengan maksud untuk memajukan: ekonomi, sosial, politik, teknologi, budaya berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, HAM, pembangunan berkelanjutan, gender dan multikulturalisme. Masing-masing KK di 3 daerah tersebut berupaya mengangkat isu-isu yang dikerangkai asumsi kebutuhan akan: Menyadari dan mengapresiasi nilai-nilai demokrasi; menyatakan pendapat dan menyalurkan aspirasi, mengembangkan solidaritas dan kemampuan untuk peduli dan upaya membangun peningkatan kesejahteraan melalui proses demokrasi; meningkatkan pemahaman dan pendidikan politik masyarakat menuju demokrasi dan; saluran dan kelembagaan untuk menyuarakan dan melakukan kontrol sosial.
Sesuai dengan perkembangan, dinamika KK dan isu di masing-masing daerah dalam satu tahun berjalan, serta kebutuhan untuk mengembangkan gerakan kolektif yang lebih tajam, maka pada tanggal 21-22 November 2007 di Surabaya dilaksanakan lokakarya KK dengan dihadiri oleh 15 orang perwakilan dari masing-masing KK, anggota Panitia Pengarah Nasional KID, 5 orang pimpinan proyek SD dari 5 wilayah, para eksekutif KID dan perwakilan dari Netherlands Institute for Multiparty Democracy (NIMD) yang difasilitasi oleh Lili Hasanuddin dan Abdi Suryaningati dari YAPPIKA. Diharapkan dari pertemuan ini dapat menghasilkan suatu platform bersama di antara konstituen di atas sehingga menghasilkan sinergi dalam mencapai tujuan dari KK.