Partners Meeting KID - Lembang, 21-24 Oktober 2009
Partners Meeting diselenggarakan oleh KID sebagai media komunikasi antara KID dan seluruh mitranya dan dimaksudkan untuk melihat kembali apa yang telah dicapai dan apa yang belum dicapai KID melalui program Sekolah Demokrasi. Dalam pertemuan ini, setiap koordinator Sekolah Demokrasi mempresentasi capaian-capaian, masalah dan tantangan di masa depan. Mereka juga mempresentasikan rencana penyelenggaraan Sekolah Demokrasi di tahun 2010. Melalui diskusi dan sharing pengalaman, masing-masing pihak dapat mengevaluasi, menemukan kelebihan dan kekurangan dalam penyelenggaraan Sekolah Demorkasi.
Pertemuan ini diikuti oleh 2 wakil Implementing Agency, Program Manager Sekolah Demokrasi, Finance Manager, staf Executive Office dan Badan Pengurus KID. Keseluruhan peserta berjumlah 23 orang. Fasilitator pertemuan ini adalah Sugeng Bahagijo yang juga merupakan konsultan bagi KID.
Selama 3 hari efektif, peserta Partners Meeting membagi pengalaman terutama best practices masing-masing. Dari SD Batu, mereka membagi pengalaman dalam hal membuat SAP atau kurikulum SD yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lokal. Dengan adanya SAP, proses pembelajaran menjadi mudah dipahami tidak saja oleh peserta tetapi juga oleh fasilitator dan narasumber yang dilibatkan dalam Sekolah Demokrasi. Sementara itu, SD Lembata membagi pengalaman mereka tentang bagaimana mengintegrasikan tradisi dan melibatkan masyarakat adat dalam kegiatan Sekolah Demokrasi. Saat ini bisa dikatakan bahwa alumni Sekolah Demokrasi dianggap sebagai calon-calon pemimpin yang mempunyai kualitas lebih. Banyak diantara mereka yang terpilih menjadi pemimpin di tingkat desa.
SD Banyuasin dan SD Jeneponto membagi pengalaman mereka dalam hal bekerjasama dengan media. Tak bisa dipungkiri bahwa media merupakan unsur penting dalam proses penyebaran demokrasi dan pendidikan masyarakat. Mempertimbangkan hal tersebut, SD Jeneponto mengembangkan relasi dengan media lokal berupa koran lokal di Makasar dan radio lokal di Jeneponto untuk ikut serta meliput dan menyebarkan berita tentang Sekolah Demokrasi di Jeneponto. Dengan strategi formal dan disusul dengan relasi informal, mereka berhasil membuat kerjasama yang kondusif. Strategi yang berbeda dilakukan oleh SD Banyuasin. IA yang sejak awal memang sudah mempunyai relasi yang baik dengan media, tinggal melanjutkan dan mempertahankan relasi tersebut dengan cara selalu mengundang mereka dan memberi mereka berita yang menarik.
Sedangkan SD Tangerang membagi pengalaman mereka dalam memanfaatkan forum Sekolah Demokrasi dan kemudian mendampingi alumni sebagai intermediary media untuk memecahkan masalah yang ada di komunitas basis. Telah diakui bahwa Sekolah Demokrasi menjadi tempat yang nyaman bagi 4 pilar demokrasi untuk membahas dan mendiskusikan isu-isu sosial yang selama ini sulit mereka lakukan di luar Sekolah akibat prasangka dan kecurigaan antar pilar. Melalui Sekolah Demokrasi mereka bisa saling mengenal dan kemudian bekerjasama mengatasi masalah secara bersama-sama.
Partners Meeting tidak hanya membahas pencapaian-pencapaian Sekolah Demokrasi tetapi juga melihat kembali tata kelola penyelenggaraan dan elemen-elemen yang memperngaruhi kualitas Sekolah Demokrasi. Ini dimaksudkan untuk mencari strategi atau cara yang lebih baik untuk mencapai tujuan Sekolah Demokrasi. Elemen-elemen yang dilihat meliputi, kualitas peserta, fasilitator dan narasumber dan bagaimana mendapatkanmereka; kurikulum yang sesuai untuk memastikan bahwa lulusan Sekolah akan menjadi individu yang aktif yang mampu menggerakkan Komite Komunitas sebagai sebuah forum alumni untuk melakukan kegiatan advokasi; instrumen yang sesuai untuk mengetahui perkembangan program terutama peserta apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan dan direncanakan.
Diskusi yang cukup penting dan telah dilakukan sebagai tambahan dari diskusi tentang Sekolah Demokrasi adalah diskusi tentang Komite Komunitas. Selama 3 tahun terbentuknya forum ini, belum dirasakan perkembangan yang nyata. Dalam diskusi kali ini, disepakati bahwa KK tetap akan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan program KID dan bahwa KID perlu memberi penjelasan kepada KK tentang tujuan dan harapan KID terhadap forum alumni tersebut.